Mengingatmu selalu membuat mata ini basah.

Barusan aku melihat sebuah video 5 tahun silam, saat adek (keponakan) masih kecil. Tak ada rupamu disana mah, tapi ada suaramu yang aku dengar dibalik video itu. 

Suara yang selalu aku rindukan selama 8 bulan ini. Suara yang sejak beberapa tahun terakhir tak bisa lagi bicara banyak, hanya mampu mengucapkan beberpa kata saja. 

Video itu sedikit mengurangi rasa rinduku kepadamu. Hampir aku melupakan nada suaramu mah, seketika senyuman terukir dari bibir ini dan air mata kembali membasahi pipiku malam ini.

Mah… semoga mamah bahagia disana, aku selalu menitipkan mamah kepada-Nya.