Selamat malam mas, aku tau kamu sudah tidur, akupun segera dan akan, tapi sebelumnya aku mau menulis ini.

Beberapa hari yang lalu aku bermimpi kamu bertemu dengan ibuku, entah ini pertanda apa ataukah hanya mimpi belaka aku tak tahu. Aku terbangun sambil tersenyum karena dua orang yang aku rindukan telah hadir dalam mimpiku.

Apa kabarmu Mas? semoga kamu baik-baik saja, jagalah kesehatanmu, ingat pesan yang selalu aku sampaikan “anak rantau jangan sakit”…

Kapan main lagi ke Bogor? aku rindu.   Ayo kita nonton lagi atau duduk ditaman kota sambil bercerita tentang banyak hal, untuk lebih saling mengenal dan menyebutkan nama dalam doa.

Mas.. kamu itu punya Tuhan, hati dan perasaan kamupun demikian. Untuk saat ini, kamulah satu nama yang selalu aku panjatkan kepada sang pencipta. Kamu laki-laki dan aku perempuan. Kamu yang sabtu itu ngajak aku jalan, sederhana memang tapi sungguh itu berkesan. Terimakasih~~~. Mas Palembang (:

Ketika kita mempermudah urusan seseorang, percayalah urusan kitapun akan dipermudah Tuhan. 

Mei nanti, semoga asa lekas menjadi nyata. dan semua akan berjalan dengan semestinya, puzzel-puzzel yang kemarin sempat berantakan kini mulai ditata kembali, meskipun perlahan tapi pasti, sampai akhirnya membentuk satu kesatuan untuh penuh arti. 

Selalu ada cerita selepas hujan reda, Ketika aku jatuh pada titik terendah kau ada disini diantara mereka memberikanku perhatian, serta semangat sampai akhirnya aku kembali berdiri meskipun harus tertatih.

Selalu ada cerita selepas hujan reda, kala kita hendak pergi berdua, mencari buku. Setelahnya, Kita duduk berdua ditepian statiun nunggu kereta sambil liat senja

Selalu ada cerita selepas hujan reda, saat aku kehujanan dan bajuku basah. Kau meminjamkanku kemeja, katamu ambil saja, itu kenang-kenangan. dan sungguh kemejamu itu aku suka.

Selalu ada cerita selepas hujan reda, saat malam ini aku tau kau telah bersamanya…. sungguh menyesakan, menyedihkan, dan membuat aku kembali berantakan.

Bagaimanapun terimakasih untuk kisah yang telah kau torehkan selama 1 tahun ini, terimakasih untuk cerita-cerita sederhana tapi menurutku penuh makna. Maafkan aku yang hanya pandai menerka, tanpa pernah aku tau bagaimana perasaanmu sebenarnya. Mungkin akulah yang terlalu jauh menafsirkan semuanya, sampai akhirnya akupun terluka. Maaf sempat mengira bahwa kau adalah penyembuh yang Tuhan kirimkan, tapi nyatanya aku salah. Maaf pernah sempat menganggapmu penyangga, tapi kini penggangganya sudah patah lalu menghilang .

Padahal Bogor-Sukabumi loh, bukan Bogor-Palembang. Tapi chatnya ceklis terus dari tadi. Entah signal yang nggak stabil, paket data yang habis, atau Si Mas yang kelelahan karena pulang kerja. Entahlah…..yang jelas semenjak hari itu hati ini milikmu Mas Palembang~~~