Aku sebut dia “malaikat” tak bersayap kedua setelah mamah. Dia yang selalu khawatir kalau aku pulang terlalu larut, dia yang selalu tanya pulang jam berapa sama siapa, kalau pulang makanannya sudah dipisahin buat dede, dan masih banyak lagi hal yang dia lakukan. Dia yang saat ini bukan hanya sosok seorang kakak, tapi juga merangkap sebagai sosok pengganti mamah. Bawelnya, cerewetnya, khawatirnya, baiknya.

Terkadang akupun tak kuasa menahan tangis ketika mendapatkan pesan darinya, seputar pertanyaan pulang jam berapa atau pemberitahuan makanan disimpan dimana. Rasanya akupun rindu, rindu di khawatirkan dan diperhatikan mamah. 

Teruntuk teteh, terimakasih untuk kasih sayangnya, untuk semuanya yang sudah dilakukan yang tak akan pernah bisa aku membalasnya. Hanya terimakasih dan doa yang bisa aku ucapkan. Semoga aku bisa menjadi adik yang membanggakan. Maaf kalau akunya masih nakal, masih ngeyel dll. 

Sekarang dirumah hanya ada 2 perempuan, aku dan kamu. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s