Mah, apa kabar? Aku sangat merindukan mamah. Setiap hari, setiap malam menjelang tidur, rindu, sepi, selalu menghampiri. Rasanya begitu menyesakkan. Entah ini disebut mengeluh atau bukan? tapi yang jelas separuh jiwa akupun ikut hilang, seiring dengan pikiran yang terus melayang. Memutar semua memory yang telah terjadi ataupun yang belum sempat aku lakukan bersamamu. Mah, sampai saat ini ada begitu banyak hal yang selalu mengusik pikiranku, sering kali aku berantakan, pikiran dengan hatiku tidak sejalan, disaat seperti inilah rasanya aku ingin memelukmu untuk sekedar mendapatkan semangat yang telah hilang. Mah…. hari demi hari yang aku lalui tanpa hadirnya dirimu, ternyata malah semakin membuat aku merindukanmu. Sekarang ini aku sedang ada difase rindu -rindunya menghabiskan moment bersamamu, aku rindu membantumu memasak, rindu omelannya mamah, makanan kesukaan mamah, bahkan ketika aku menonton serial tv kesukaanmu pun tanpa terasa air mata ini tumpah.

Mamah tau hari ini hari sabtu, hari dimana aku libur bekerja, dan seharian berada dirumah. Semenjak saat itu entah mengapa sabtu minggu bukanlah hari yang aku nantikan untuk cepat datang. Malah sebaliknya, mungkin bisa dibilang inilah hari dimana aku merasa sepi. Karena sabtu minggu rumah benar-benar sepi, semua keponakan menginap dirumah neneknya. dan disaat-saat seperti inilah aku merasa sepi tanpa mamah, aku rindu berleha-leha bersamamu menonton sitkom kesukaan kita, lalu tertawa terbahak-bahak sampai perut sakit. 

Mah sebagian orang mungkin menilai aku cengeng, meye-meye, lebay atau apalah itu hak mereka. dan sebagian lagi ada yang menasehati, memberi semangat atau sebagai pelipur lara. Mungkin diantara mereka ada yang terlebih dahulu merasa kehilagan atau bisa jadi malah sebaliknya, mereka belum merasa kehilangan. Entahlah. Tapi yang jelas menurutku inilah rasa dari sebuah kehilangan. Rasa yang aku alami beberapa bulan terakhir, rasa yang selalu menyelinap tanpa permisi. Rasa yang cukup sulit untuk dijelaskan secara gamblang, karena nyatanya teori memang lebih mudah ketimbang praktek. Sama halnya seperti yang aku tulis malam ini, mungkin terlihat mudah, tetapi ketika aku dihadapkan dengan kenyataan yang sekarang terjadi, akupun pernah hampir menyerah mah. Karena aku akui kehilangan sosok ibu yang melahirkan,yang menjadi central disebuah keluarga, yang mengurus dari bayi hingga sebesar ini, dari kecil kita tinggal satu rumah, sampai akhirnya kita berpisah bukanlah perkara mudah mah. Jatuh bangun adalah sebuah perjalanan yang menemaniku saat ini. Tak jarang aku berada dipersimpangan jalan, bahkan akupun harus menepi terlebih dahulu untuk kemudian kembali berjalan kaki menyusun puzzel yang berantakan, agar kembali tersusun rapi.

Mah…. saat ini anakmu sedang berjuang untuk menggapai keinginannya, sedang berjuang untuk menutup sebuah ruang yang tersisa karena sebuah kehilangan, dan sedang berusaha menebarkan kebahagiaan untuk orang sekitar. 

Mah maaf untuk semua kesalahan, maaf untuk emosi yang selalu berantakan, maaf juga masih banyak hal yang belum bisa aku lakukan dan aku berikan untuk mamah.Terima kasih untuk semua kebaikan, serta kasih sayang yang tak pernah usai, sampai bertemu dikeabadian. 

-Salam sayang, salam rindu. dari sibungsumu – 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s