Selamat Hari Ibu, aku Rindu

Biasanya disaat hari ibu tiba, selalu ada saja tingkahnya bersama teteh. Entah itu membelikan mamah bunga, baju, kue, tas, atau apapun itu, hal sederhana yang bisa membuat mamah bahagia.

Yah, meskipun setiap hari bisa menunjukan rasa sayang, tapi aku tidak pernah mau kehilangan moment yang satu ini.

Hari inipun aku masih tetap membeli bunga. Tapi, bunganya aku simpan dipusara mamah.

Selamat Hari Ibu yah mah, terimakasih untuk semuanya, terimakasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai, terimakasih telah berjuang melahirkan dan membesarkan bayi prematur ini. Maaf ketika hari terakhir mamah hendak pergi, aku tidak sempat mengucapkan sepatah kata apapun entah itu ucapan terimakasih ataupun permohonan maaf, dan sampai saat ini akupun menyesal akan hal itu.

Mah 3 bulan ini berhasil aku lewati dengan tertatih, seringkali aku kehilangan arah, tersesat lalu berada dipersimpangan jalan. Tetapi, beruntungnya aku masih mempunyai mereka ((keluarga, saudara, sahabat, dan teman terbaik)) yang bersedia menjadi tameng serta selalu mengingatkan aku jalan untuk kembali. Tanpa mereka, entahlah hidup ini akan menjadi seperti apa.

Ditahun ini Allah begitu banyak memberikan kejutan dengan rasa yang berbeda. Beberapa hari lagi tahun penuh kejutan akan berakhir mah, tahun dimana kita bahagia, sedih, takut, dan berjuang bersama sampai akhirnya mamah kembali kepadaNya. Tahun ini menjadi tahun terakhir ulang tahun, puasa, lebaran bersama mamah. Mamah pergi 3 bulan sebelum tahun berganti. Akhir tahun inipun ditutup dengan kepergian mamah, lalu tahun-tahun berikutnya akan aku lewati tanpa hadirnya kamu lagi disini, disamping aku.

Kehilangan mamah menyisakan sedikit ruang pada lubuk ini, dan kehilangan kamu bukanlah perkara mudah untuk bisa aku lalui begitu saja. Semenjak saat itu aku luluhlantak, duniaku runtuh, semangatnya aku, penyangganya aku sirna sudah, akupun mulai merasakan betapa perihnya berjuang tanpa hadirnya sosok seorang ibu, dan kenyataan terpahit ketika mamah pergi adalah mamah pergi sebelum aku dipersunting seseorang, dan kelak suatu saat nanti, saat hari itu tiba mamahpun tidak lagi berada disini.Mah, sebenarnya nurani ini masih sangat membutuhkanmu, dimasa transisi inilah aku sangat membutuhkan sosok mamah, sosok pendamping, penyangga, dan penyemangat untuk tetap berdiri tegar dalam melewati ploblematika kehidupan yang datang silih berganti. Tetapi nyatanya Allah mempunyai penilaian tersendiri terhadap diri ini. Aku ingat, bukankan Allah memberikan sesuatu ketika kita sudah layak menerimanya. dan mungkin inilah penilaian Allah, Allah sudah menilai aku layak untuk ditinggalkan mamah, meskipun kenyataannya aku masih sangat membutuhkan mamah, tetapi allah adalah penulis skenario terbaik untuk hambaNya. Lalu inilah skenario yang telah Allah tuliskan untuk kita.

Saat ini akupun sedang berusaha untuk terbangun mah, terbangun kemudian kembali berjalan meskipun harus tertatih.

Maka, biarkanlah waktu mengobati seluruh kesedihan yang aku rasakan, ketika aku tidak tau harus melakukan apa lagi, ketika aku merasa semua sudah hilang, musnah, habis sudah, maka itulah saatnya untuk membiarkan waktu menjadi obat terbaik. Hari demi hari akan menghapus selembar demi selembar kesedihan. Minggu demi minggu akan melepas sepapan demi sepapan kegelisahan, bulan, tahun, maka rontok sudahlah bangunan kesedihan di dalam hati. Biarkanlah waktu mengobatinya.

———————————————

2017 nanti semoga aku menjadi pribadi yang lebih kuat dari hari ini mah, kuat untuk bisa melewati hari demi hari tanpa hadirnya mamah disamping aku. Perasaan dan hati inipun semakin membaik, sehingga aku mulai terbiasa akan kehilangan, terbiasa akan ketidakhadirnya mamah lagi disini. semoga akupun mulai lapang hati menerimanya. Sambil terus mengisi hari-hari dengan baik dan positif untuk mamah, agar rumahmu disana tetap terang dan lapang.

Mah sampai kapanpun rindu ini akan selalu muncul tanpa pernah aku duga sebelumnya, dia selalu menghampiri kapan saja, dimana saja, tanpa pernah mengenal waktu dan tempat,  ketika rindu itu muncul aku selalu berusaha untuk tidak menangis, aku selalu berusaha untuk mengalihkannya, sampai akhirnya rindu itu tak terbendung lagi dan tumpah ruah membasahi pipi ini.
Salam rindu, dari gadis kecilmu.

Iklan