Kamu… Kenangan, cinta dan air mata

Pada saat itu kau genggam erat jemariku. Hangat meresap sampai ke dalam hatiku. Mengingatkanku pada satu masa bahagia yang pernah kurasa, dan aku pun jatuh cinta. Tapi aku tahu, cerita kita hanyalah kisah yang direka, tak akan mewujud nyata. Aku yang salah membiarkan diriku jatuh begitu mudah dalam pesonamu.

Kukemasi rindu dan harap ini. Tak ada tempat untukku dalam kisahmu. Kau dan dia telah lama saling berbagi hari bahagia bersama. Hangat pelukmu hanyalah untuknya bukan untukku.

Aku hanyalah sebuah jeda dalam napasmu, sementara dia adalah udara yang kau hirup. Aku putuskan untuk berhenti berharap, dan aku tahu bahwa luka akan mendewasakanku.

Terima kasih telah menjadi warna dalam hidupku, terima kasih telah memenuhi hati, pikiran dan catatanku. Terima kasih untuk semua kenangan dan harapan yang perlahan mulai memudar.

Bgr, 24 Mei 2015. 03:10