Catatan untuk sebuah perasaan

Bagaimana aku bisa lupa sementara kamu terlalu banyak memberi kenangan untuk di ingat. jika merindukanmu itu adalah dingin, aku rasa pelukanmu adalah sebuah selimut yang hangat ke dalam rongga paru-paruku, meniuplah rindu, sebelum segalanya mengabu oleh waktu

Aku ingin mencintaimu 1 hari lebih lama dari apa yang kita sebut selamanya
Setiap kali matamu menatapku, bermekaran seribu bunga dalam dada.
Kelak, siapakah yang akan memetiknya?
cinta, ataukah airmata.

Aku selalu menatap bulan dan bintang dimalam hari, berharap menemukan bayangmu disetiap kedipan, sesekali aku menghitung bintang, itulah cara aku mencandu rindu
Aku ingin menjadi sesuatu, yang hanya
bisa kau pahami dengan denyut
jantungmu, dengan rindu, dan dengan cemburumu

Cinta adalah gerhana, aku adalah purnama dan kamu adalah surya. kita berjumpa dalam kekuatan semesta. Bila nanti aku bereinkarnasi, aku mau jadi kamu, agar aku tau bagaimana rasanya dicintai seseorang, seseorang yang seperti “aku”

Maaf atas semua kenangan yang selalu terbayang, atas semua senyummu yang tak pernah terbuang, perkataan dan suara mu yang selalu terngiang, dan atas segala hal terindah saat kita pernah bersama

Keindahan sejati tak bisa dilihat oleh mata, hanya hati yang mampu merasakan keindahan sebenarnya.
Melepaskan orang yang di cintai jauh lebih sulit dibanding menerima cinta yang baru bagi hatimu.
Ketika tulus mencinta, tak akan pernah ada kata menyerah. Meski pikiran ingin berputus asa, namun hati tetap ingin mencoba dan selalu berdoa.

Bogor, 4/3/15. 16.54

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s