Dalam Hidup

Dalam hidup, ada hal-hal yang tidak pernah bisa terjawab sepenuhnya. Ada hal-hal yang harus tetap menggantung dan menjadi misteri. Menyisakan sebuah ruang. Lalu kita, bisa saja menjadikannya sebagai tempat menerka dan berimajinasi. Walau jawaban yang tercipta bukanlah hal sesungguhnya, kita bisa memilih percaya pada tebakan kita sendiri atau mengabaikannya.

Dalam hidup, ada hal-hal yang tidak sejalan antara ekspektasi dengan realita. Lalu terkadang membuat kita kecewa bahkan terluka. Tapi kita bisa memilih, membiarkan luka tetap menganga atau mengobatinya.

Dalam hidup, ada hal-hal yang tidak kita inginkan tetapi justru selalu datang. Sementara yang kita harapkan, bersembunyi entah di mana. Menyisakan ruang untuk sebuah penyesalan. Tapi kita bisa memilih, meneruskan penyesalan atau mencoba menerima.

Dalam hidup, ada hal-hal yang tak pernah bisa kita rengkuh, sekeras apa pun kita berusaha. Menyisakan satu etalase bagi kita untuk menempatkan sebuah kata : pasrah. Itu saja.

Karena dalam hidup, ada hal yang tak pernah selesai kecuali dengan melupakannya. Melupakannya dengan sebenar-benarnya lupa, bukan pura-pura lupa. Tanpa luka, tanpa prasangka, dan tanpa terkaan.

Iklan

Catatan untuk sebuah perasaan

Bagaimana aku bisa lupa sementara kamu terlalu banyak memberi kenangan untuk di ingat. jika merindukanmu itu adalah dingin, aku rasa pelukanmu adalah sebuah selimut yang hangat ke dalam rongga paru-paruku, meniuplah rindu, sebelum segalanya mengabu oleh waktu

Aku ingin mencintaimu 1 hari lebih lama dari apa yang kita sebut selamanya
Setiap kali matamu menatapku, bermekaran seribu bunga dalam dada.
Kelak, siapakah yang akan memetiknya?
cinta, ataukah airmata.

Aku selalu menatap bulan dan bintang dimalam hari, berharap menemukan bayangmu disetiap kedipan, sesekali aku menghitung bintang, itulah cara aku mencandu rindu
Aku ingin menjadi sesuatu, yang hanya
bisa kau pahami dengan denyut
jantungmu, dengan rindu, dan dengan cemburumu

Cinta adalah gerhana, aku adalah purnama dan kamu adalah surya. kita berjumpa dalam kekuatan semesta. Bila nanti aku bereinkarnasi, aku mau jadi kamu, agar aku tau bagaimana rasanya dicintai seseorang, seseorang yang seperti “aku”

Maaf atas semua kenangan yang selalu terbayang, atas semua senyummu yang tak pernah terbuang, perkataan dan suara mu yang selalu terngiang, dan atas segala hal terindah saat kita pernah bersama

Keindahan sejati tak bisa dilihat oleh mata, hanya hati yang mampu merasakan keindahan sebenarnya.
Melepaskan orang yang di cintai jauh lebih sulit dibanding menerima cinta yang baru bagi hatimu.
Ketika tulus mencinta, tak akan pernah ada kata menyerah. Meski pikiran ingin berputus asa, namun hati tetap ingin mencoba dan selalu berdoa.

Bogor, 4/3/15. 16.54