Catatan untuk Mamah :)

image

Ini Mamah Tuti Suryati. Mamah yang telah melahirkan aku 18 Tahun yang lalu, mamah yang telah membesarkan dan merawat aku sampai saat ini, mamah yang super bawel, dan mamah yang super kuat yang telah hadir dalam hidupku.
Kenapa aku bilang kuat???
Karena mamah bisa melewati semua cobaan yang di berikan Tuhan.

image

Ini kejadian 2 Tahun lalu, Sabtu 27 Mei 2012, Hari yang gak pernah aku duga sebelumya, Hari dimana mamah koma dan tak sadarkan diri karena sakit jantung dan lambung yang menyerangnya. Ini hari terberat yang pernah aku lalui genap diusia 16 tahun.
Ini bukanlah hal yang mudah, ketika dokter memvonis bertahan atau pergi, saat itu dokter bilang “berdoa pak, semoga Allah memberikan Mukjizatnya kepada ibu, Sekarang kita berdoa untuk ibu, kalau memang ibu harus pergi ikhlaskan dan kita akan melalukan yang terbaik untuk ibu”.
Hati aku hancur, marah, kecewa, yah aku belum siap untuk menerima semua ini Tuhan. Aku terus menangis di pelukan kakak, tubuhku lemas, kakiku gemetar, tubuhku mulai berkeringat, jantungku berdetak tidak beraturan.
Aku gak bisa liat mamah kesakitan dengan semua kabel yang terpasang ditubuhnya, aku hanya bisa menangis di depan pintu ruang ICU. Rasanya aku ingin menukar posisi dengan mamah, biarkan saja aku yang sakit jangan mamah.
Saat itu yang aku bisa lakukan hanyalah berdoa. Kerabat, guru-guru, dan teman-teman ku bergantian memberikan semangat kepada aku dan keluarga.
3 hari diruang ICU, mamah diperbolehkan pindah ruangan. Selang 7 hari setelah dirawat akhirnya mamah di perbolehkan pulang.
Setelah mamah diperbolehkan pulang apa semua cobaan selesai?????
TIDAK…justru disinilah awal cobaan itu datang. Cobaan itu datang silih berganti, mulai dari rasa sakit yang selalu kambuh tiba-tiba, cara bicara mamah yang mulai ngawur yang membuat aku merasa sedih sekaligus takut. 2012-2013 adalah cobaan dan proses menuju kesembuhan mamah. Selama 1 tahun ini lah aku dan keluarga, terus berusaha melalukan yang terbaik untuk mamah.
Yah inilah proses hidup yang telah Allah kasih kepada keluar.aku, proses yang tidak mudah tetapi harus bisa aku lalui, proses yang membuat aku menjadi lebih dewasa, lebih bersabar, lebih mandiri, proses yang membuat aku kuat dan lebih memaknai arti sebuah cobaan.
Akan ada hikmah dibalik setiap ujian yang Allah kasih. Allah gak akan pernah ngasih cobaan di luar kemampuan manusia.
Dan semua itu telah terjadi kepada ku. Terima kasih Tuhan 🙂

Catatan ini aku buat untuk mamah, spesial edisi hari Ibu. 🙂 aku selalu kagum atas kekuatan mamah dalam melawan penyakitnya. Mamah telah kembali sehat meskipun tidak sehat seperti dulu. Tapi bagaimanapun aku akan selalu menyanyangi mamah. Mamah tau aku selalu rindu suapan mamah, rindu tidur di pangkuan mamah, rindu dimanja mamah. Tapi setelah mamah sakit, aku harus selalu belajar untuk lebih mandiri, aku harus membuang semua sifat manja ku, sekarang aku lah yang harus merawat mamah bukan mamah yang merawat aku. 🙂

image

Selamat hari ibu yah mah. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai, terima kasih untuk doa-doa yang selalu engkau panjatakan.
Sehat terus yah mah jangan sakit lagi, panjang umur.
Sayang mamah, sayang bapak, AA,Teteh, dan keponakan. Semoga Allah selalu melindungi keluarga kita, doa yang terbaik untuk mamah I love you mah. 🙂